Senin, 19 Desember 2016

BAGIAN IV
Pembuktian sederhana bahwa bumi itu bulat!!

Munculnya Kapal dari Horizon
Jika Anda sudah pernah pergi ke pelabuhan, atau hanya berjalan menyusuri pantai dan memandangi cakrawala, teman-teman mungkin melihat fenomena yang sangat menarik: saat kapal mendekat, kapal tersebut tidak hanya “muncul” dari cakrawala (seperti mereka harus memiliki jika dunia itu datar), melainkan muncul seakan-akan dari bawah laut.

Alasan kapal-kapal tersebut tampak seolah-olah mereka “muncul dari bawah laut” adalah karena dunia tidak datar alias bulat (spheric) atau bola yang tidak sempurna.


Ilustrasi kapal yang seakan-akan muncul dari bawah laut dan semut di permukaan jeruk.
Apa yang akan Anda lihat jika Anda melihat semut berjalan ke arah Anda atas permukaan melengkung.
Bayangkan apabila semut berjalan sepanjang permukaan jeruk dan menuju kearah teman-teman.

 Jika Anda melihat jeruk tepat di depan kita, kita akan melihat tubuh semut perlahan naik dari “cakrawala”, karena kelengkungan jeruk. Jika Anda akan melakukan percobaan itu dengan jalan panjang, efeknya akan berubah: Semut akan perlahan-lahan ‘tampak’ di depan kita, tergantung pada seberapa tajam penglihatan Anda.

Bayangan dan Tongkat

Jika teman-teman mencoba menancapkan tongkat pada tanah, maka akan tongkat tersebut akan menghasilkan bayangan.
Bayangan bergerak seiring berjalannya waktu (yang merupakan prinsip kuno Bayangan Jam). Jika bumi ini memang datar, apabila dua tongkat ditancapkan di lokasi yang berbeda akan menghasilkan bayangan yang sama:


Ilustrasi bayangan tongkat yang ditancapkan pada tanah ketika kondisi bumi datar.
Bayangkan sinar matahari (diwakili oleh garis kuning) akan melewati dua tongkat (garis putih) yang berada pada jarak terpisah. Jika bumi datar, bayangan yang dihasilkan akan sama panjang, tidak peduli seberapa jauh teman-teman menempatkan tongkat.
Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Apabila teman-teman ukur dua tongkat dengan jarak tertentu maka panjang bayangannya akan berbeda. Hal ini dikarenakan bumi itu bulat, dan tidak datar:


Ilustrasi bayangan tongkat yang ditancapkan pada tanah ketika kondisi bumi bulat.
Eratosthenes (276-194 SM) menggunakan prinsip ini untuk menghitung keliling Bumi dengan cukup akurat.

Melihat dari Ketinggian

Apabila kita berdiri di dataran tinggi, teman-teman dapat melihat pemandangan di depan menuju cakrawala. Dengan memfokuskan mata kita, kemudian mengambil teropong favorit an menatap melalui objek yang kita suka, sejauh mata kita memandang (dengan bantuan lensa teropong) kita bisa melihatnya.

Semakin tinggi tempat kita maka semakin jauh kita akan dapat melihat. Biasanya, hal ini cenderung dihubungkan dengan hambatan di Bumi, seperti contohnya kita memiliki rumah atau pohon yang menghalangi penglihatan kita dari tanah.
Apabila kita mendaki ke atas maka kita akan memiliki pandangan yang lebih jelas, tetapi hal itu bukanlah alasan yang benar. Bahkan jika teman-teman memiliki tempat tinggi yang benar-benar jelas tanpa rintangan, kita tetap akan melihat lebih jauh dari ketinggian yang lebih tinggi.

    Fenomena ini juga disebabkan oleh kelengkungan bumi dan tidak akan terjadi jika bumi itu datar:


                                     Sudut pandang ketika bumi datar.
                                      Sudut pandang ketika bumi bulat.


Keberadaan Zona waktu

Seandainya waktu di New York, saat ini adalah pukul 12:00. Matahari berada tepat diatas kita. Sedangkan di Beijing, itu sedang pukul 12:00, tengah malam, dan matahari tidak akan ditemukan disana. Matahari akan timbul dan terbenam pada waktu tertentu sesuai dengan negara masing-masing.


                      Zona waktu apabila bumi itu bulat.
Kita memiliki zona waktu karena ketika Matahari menerangi satu sisi bumi yang berbentuk bulat, sisi lainnya akan gelap.

Ini hanya bisa dijelaskan jika dunia bumi ini bulat dan berputar mengelilingi porosnya. Pada titik tertentu ketika matahari bersinar pada salah satu bagian dari Bumi, sisi yang berlawanan akan gelap. Hal tersebutlah yang membuat adanya perbedaan zona waktu antar negara.

Coba bayangkan apabila bumi itu datar, maka cahaya yang menyinari bumi akan tampak seperti lampu sorot yang ada di panggung. Karena seperti lampu sorot maka kita akan dapat melihat daerah yang disinari matahari dari daerah gelap. Apabila demikian tentu saja zona waktu tidak akan ada. Inilah salah satu fakta yang memperkuat bumi itu bulat.

Matahari seperti lampu panggung jika bumi itu Datar.

Pusat Gravitasi

Ada fakta menarik tentang massa. Gaya tarik (gravitasi) antara dua benda tergantung pada massa dan jarak antara mereka. Gravitasi akan menarik segala sesuatu menuju pusat massa benda. Untuk menemukan pusat massa, kita harus memeriksa objek tersebut.


A Sphere's Center Of Mass
Tarikan gravitasi.
Pertimbangkan sebuah bola. Karena bola memiliki bentuk yang konsisten, tidak peduli di mana di atas permukaannya kita berdiri, kita akan memiliki massa yang sama. Kita berdiri di korea dan kita berdiri di Indonesia maka masa kita tetaplah sama.
 Hal ini dikarenakan pusat gravitasi ada ditengah bulatan bumi
Karena pusat gravitasi bumi ada di tengah bola maka dimanapun posisi kita dipermukaan bumi tersebut maka kita akan memiliki interaksi yang sama alias masa kita akan selalu sama.


Coba bayangkan apabila bumi itu datar. Dimanakah pusat gravitasinya?? Pasti ada pada suatu titik kan?? Tetapi apabila pada suatu titik dan kondisi bumi datar maka interaksi gravitasi pada suatu objek pada posisi yang berbeda akan berbeda-beda. Wal hasil apabila kita berbeda posisi maka masa kita akan berbeda pula. Lihat ilustrasi dibawah ini.
A Plane's Center Of Mass

 Mungkin para Pecinta teori bumi datar tidak percaya tentang adanya GRAVITASI , Karena Hal ini Melemahkan teori mereka.


  Membuat Segitiga.

Ini adalah cara terbaik untuk membuktikan bagaimana sebenarnya bentuk BUMI kita tercinta....
Mungkin cara ini sedikit rumit dan butuh usaha lebih untuk membuktikannya... 
Ikuti langkahnya: 
    *Coba Anda berdiri dimana saja dan fokus kedepan.
    *Kemudian Anda berjalan lurus kedepan sejauh 50Km.
    *Lalu setelah berjalan sejauh 50Km , Anda harus berbelok kearah kanan sebesar 90derajat.
    *Setelah berbelok anda harus berjalan lagi dengan lurus sejauh 50Km kedepan.
    *Setelah berjalan sejauh 50Km ,Anda harus berbelok lagi sebesar 90derajat , dan yang terakhir;
    *Anda harus berjalan sejauh 50Km lagi. 
Kemudian apa yang terjadi .... 
 ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika anda mengikuti langkah diatas dengan benar,
  Yang pertama adalah anda akan kembali ketempat awal dan ternyata anda telah membentuk sebuah SEGITIGA.
 Yang kedua adalah anda tidak akan kembali ketempat awal , dan anda tidak membentuk apapun..

Ternyata kemungkinan yang pertama hanya terjadi jika Bumi kita berbentuk bulat. 
Dan mustahil segitiga tersebut bisa terbentuk jika Bumi kita berbentuk datar.






Terimakasih.













Refrensi: - http://www.penggagas.com/10-cara-sederhana-yang-dapat-membuktikan-bahwa-bumi-tidak-datar/

Tidak ada komentar: