BAGIAN III
Tentang Keping-Keping Sains dalam Flat Earth Theory
Ketika para teori
FlatEarth dengan jelas mengatakan kalau Aristarchus,
seorang ilmuwan Yunani kuno melakukan kesalahan asumsi untuk perhitungan
jarak bumi-bulan. Artinya apa? Mereka sendiri meremehkan
astronom kuno.
Kemudian pernyataan bahwa NASA masih menggunakan perhitungan astronom
kuno. Pernyataan ini sangat benar dan tepat. Permasalahannya, kenapa
masih mengacu kepada NASA kalau kalian menganggap NASA itu bohong
belaka? Yah jangan pakai acuan NASA donk, kalau memang merasa NASA itu
nggak kredibel.
Tentang USGS (United States Geological Survey)
USGS ialah lembaga milik Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang
survei geologis. Pernyataan pembuat video ialah USGS merupakan lembaga
paling kredibel di bidang survey geologi.
Pertanyaan saya yang paling pertama ialah, Apa bedanya USGS dengan
NASA? Kenapa USGS kredibel tetapi NASA nggak kredibel? Keduanya dari
Amerika, keduanya berisi ilmuwan, keduanya menggunakan satelit!
Aku udah yakin banget kalau USGS pasti menggunakan satelit, karena di
pelajaran geografi SMA kita pasti diajarin tentang penginderaan jauh,
dan itu ialah tentang penggunaan satelit. USGS mutlak menggunakan data
satelit untuk 2.700 artikel lebih dan lebih dari 1.600 publikasi ilmiah.
Masih mau mengacu pada
USGS?
Silahkan cek sendiri ->
https://www.usgs.gov/science/science-explorer?lq=satellite
Azimuthal Equidistance
Azimuthal Equidistance merupakan teknik proyeksi matematis dari globe
pada sebuah bidang datar. Disebutkan dalam situs resmi USGS bahwasanya
teknik ini digunakan dalam membuat Atlas Nasional Amerika.
Jujur aku nggak begitu mengerti tentang teknik Azimuthal Equidistance
ini, aku baru mendengarnya. Tapi yang pasti, setelah aku
cek di USGS, ternyata Azimuthal Equidistance ini bukanlah satu-satunya
teknik yang digunakan dalam membuat Atlas Nasional Amerika. Ada juga
teknik lainnya yang disebut dengan Ortographic. Selain dua ini ada
beberapa teknik lainnya yang digunakan oleh para geolog dalam membuat
peta,
Kalian bisa cek selengkap-lengkapnya disini:
http://egsc.usgs.gov/isb//pubs/MapProjections/projections.html
Sedangkan penggunaan proyeksi Azimuthal Equidistance dengan kutub
utara sebagai pusatnya ini pada logo
PBB nggak ada hubungannya dengan
apa yang sedang kita bahas. Digunakan atau tidak sebagai logo ini tidak
ada kaitannya dengan bumi datar ataupun bulat.
Pun tidak ada hubungannya
dengan adanya peta bumi yang datar di tembok ruangan presiden amerika,
petanya bentuk trapesium sekalipun. Yah terserah dia kalau dia memang
merasa perlu menyuplik gambar itu dalam video konspirasinya.
Seperti
penggunaan
lambang matahari pada bendera Jepang, siapa yang mau bilang
kalau matahari itu
merah dan datar?
Teori Galileo Galilei
Galileo Galilei memang tidak membuktikan secara mutlak bahwa bumi
mengelilingi Matahari, tetapi dia membuktikan bahwa Bumi bukanlah pusat
tata surya.
Teori yang berkembang di kalangan gereja pada masa itu ialah
geosentrik, dimana bumi merupakan pusat tata surya dan planet-planet
mengelilingi bumi.
Dengan menggunakan teleskop buatannya, Galileo menemukan 4 satelit
(bulan) dari Jupiter. Dalam pengamatannya ini dia menyimpulkan bahwa ada
benda-langit/planet yang tidak mengelilingi bumi (yaitu 4 bulan
Jupiter). Hasil dari pengamatannya itu membuat Galileo sepakat pada
teori Heliosentris, bahwasanya bumi bukanlah pusat tata surya, yang
menjadi pusat tata surya ialah matahari.
Galileo mempublikasikan hasil pengamatannya pada bukunya Sidereus
Nuncius yang dianggap menentang dogma gereja pada masa itu. Galileo
diminta untuk mengatakan bahwa dia melakukan kesalahan dan meminta maaf,
tetapi dia tidak mau. Dia mengatakan bahwa bibel adalah buku panduan
untuk jiwa dan kedamaian, tidak untuk sains. Hal ini menyebabkan dia
dijadikan tahanan rumah oleh pihak gereja.
Di akhir hidupnya Galileo berusaha menemukan penyebab dari adanya
pasang surut air laut. Ia mengira bahwa pasang surut air laut ini ada
hubungannya dengan gerakan bumi dalam mengelilingi matahari (yang
mendukung heliosentris). Tetapi ini tetap tidak dapat menjelaskan
mengapa ada pasang dan surut, mengapa ada dua arus?
Johannes Kepler memberikan pendapatnya bahwa pasang surut air laut
ini dipengaruhi oleh bulan. Galileo tidak mengambil pendapat Kepler
karena sama sekali tidak ada bukti ilmiah atas argumen tersebut.
Permasalahan pasang surut air laut ini nantinya akan diselesaikan oleh
Newton dengan Universal Law of Gravity-nya (Hukum Gravitasi).
Nah dari sikapnya yang menolak untuk mengikuti keinginan gereja dan
menolak pendapat-pendapat yang tidak ada buktinya sama sekali itulah
yang membuat Galileo mendapat pengakuan dunia sains. Dia tetap bertahan
pada metode yang saintifik dan logis walaupun seluruh masyarakat
mengecamnya pada saat itu. Dikatakan bahwa,
“Galileo is the one that showing the right path of science.”
Gravitasi -Sir Isac Newton (1642-1726)
Ini adalah bagian yang membuat aku merasa perlu sekali untuk membahas
teori flat earth. Karena teori ini mengatakan “mitos gravitasi”, tanpa
konsep gravitasi 80% fakta-fakta yang ada di dunia tak akan bisa
dijelaskan.
Yang menurutku gawat ialah kalau ada anak SMP yang menonton
video teori flat earth dan menyimpulkan bahwa Hukum Gravitasi Newton
itu bohong, dan dia tidak mau mempelajarinya. Jelas-jelas kesempatannya
untuk masuk dalam dunia sains (khusunya fisika, matematika dan kimia)
akan hilang sepenuhnya.
Baiklah.. Pertama, seperti cerita-cerita yang sudah sangat terkenal,
bahwasanya Sir Isaac Newton terpikir untuk merumuskan gravitasi ketika
duduk di bawah pohon apel dan kejatuhan buahnya. Newton sendiri
merumuskan hukum gravitasi universal yang isinya: “Benda-benda di alam
semesta saling tarik menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan
hasil dari massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak
antara mereka.”
Seorang fisikawan eksperimentalis,
Henry Cavendish menunjukkan hal ini
dalam menghitung konstanta gravitasi (G). Berikut ini rancangan
eksperimennya:
 |
| Cavendish_Experiment |
Untuk melihat Animasinya: https://www.youtube.com/watch?v=4JGgYjJhGEE
Tidak banyak orang yang tahu tentang
Cavendish dan eksperimennya ini. Sederhananya dari eksperimen ini ialah,
empat bola logam yang digantung, 2 bola besar dan 2 bola kecil,
kemudian dua bola besar diayunkan di dekat bola kecil.
Apa yang terjadi?
Bola kecil mengalami pergeseran, artinya bola kecil tertarik oleh bola
besar. Sudut pergeseran dari bola ini digunakan untuk menghitung
besarnya konstanta gravitasi (G). Konstanta gravitasi ini dapat
digunakan dalam perhitungan massa bumi.
Hukum gravitasi ini bisa menjelaskan dengan baik sebuah pertanyaan
besar yang pernah disampaikan oleh Galileo “Kenapa ada pasang surut air
laut?” Adanya gravitasi bulan yang menarik air laut di permukaan bumi
adalah alasan menyebabkan pasang surut air laut. Inilah kenapa konsep
gravitasi diterima oleh seluruh saintis di dunia.
Banyak sekali Flat Earther yang menyatakan bahwa gravitasi itu tidak
ada, tetapi rumus yang dikemukakan Newton itu benar. Ini pembodohan
kelas teri, karena sebenarnya mereka nggak akan bisa menentang sebuah
persamaan matematis yang benar. Itulah kenapa hampir setiap teori-teori
sains yang besar diungkapkan dalam persamaan matematis, ketika persamaan
matematisnya salah, maka seluruh teori tersebut dianggap gagal
menjelaskan fenomena alam.
Kalian bisa baca disini tentang bagaimana
perjuangan Einstein menyelesaikan persamaan matematis pada Teori
Relativitas.
Nah setelah mengerti hal ini barulah kita masuk ke pebahasan elektromagnetik Tesla dan bahkan perbedaan massa jenis Archimedes.
Besi Tenggelam Gabus Mengapung
Banyak dari orang yang percaya Flat Earth menyampaikan bahwa
gravitasi itu tidak ada, yang sebenarnya terjadi ketika apel jatuh
ialah, karena massa jenis apel itu lebih besar daripada massa jenis
udara. Persis seperti prinsip Archimedes. Tetapi sekarang pertanyaannya
sederhana, bagaiamana dengan percobaan Cavendish di atas? Bahwa bola
kecil bergeser ketika bola yang besar digerakkan, apa yang membuat bola
kecil bergerak? Ini adalah dua padatan yang tidak bersentuhan.
Pertanyaan berikutnya, bagaiamana dengan pertanyaan Galileo tentang
pasang surut-nya air laut? Apa bisa dijelaskan dengan sekedar prinsip
Archimedes? Selanjutnya lagi, bagaimana kalau ada bola bowling dan bulu
yang dilepaskan dalam ruang vakum (ruang tanpa materi/tanpa udara)?
Prinsip Archimedes hanya berlaku ketika ada benda padatan dan fluida
yang massa jenisnya berbeda. Di ruangan vacum tidak ada fluida sama
sekali, ketika kita lepaskan bola bowling dan bulu, maka bola bowling
dan bulu akan jatuh dengan kecepatan yang sama 9.8 m/s. Cek video
slowmotionnya disini:
https://youtu.be/frZ9dN_ATew
Artinya apa? Tidak ada yang salah dengan prinsip Archimedes, tetapi
gravitasi ialah sebuah gaya yang berbeda yang benar-benar ada dan
bekerja pada benda.
Kalau kalian lihat di video yang tersebar diyoutube yang mendukung teori
Flat Earth pembuat video mengatakan bahwa “banyak orang mengira gravitasi adalah medan magnet bumi”.
Seriously guys?
Nggak lahh..!
Penulis nggak pernah mengatakan gravitasi sebagai medan
magnet. Ini adalah dua hal berbeda, hitungan matematis dan konsep
ilmiahnya jelas berbeda. Lalu dikatakan juga tentang hukum kekekalan
energi, bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.
Yang anehnya di video ini dicontohkan dengan orang meniup balon. Serius
deh.. Ini parah banget, ini salah total. Mungkin ini pemahaman hukum
kekekalan energi di level anak SMP. Pesan buat pembuat video ialah: Baca
lagi hukum termodinamika 0, 1, 2 dan 3. :D
Tetapi video ini benar tentang satu hal, kenapa bumi bisa menarik semua benda di atasnya dan tidak ada gaya tolaknya?
Ini juga menjadi pertanyaan yang mendasar bagi Newton, bagaimana
mungkin ada gravitasi? Jika melihat prinsip aksi reaksi, maka setiap
gaya seharusnya mendorong bukan menarik. Tetapi faktanya gravitasi ini
menarik benda-benda, bukan mendorongnya, bagimana mungkin? Konsep
gravitasi belum selesai, pikir Newton.
Pertanyaan besar yang tidak mampu di jawab oleh Newton inilah yang kemudian dijawab oleh Einstein pada tahun 1905.
General Theory Of Relativity Einstein (1879-1955)
Einstein menjawab pertanyaan besar Newton, seharusnya gaya itu
mendorong, bukan sekedar menarik benda, tetapi faktanya gravitasi
menarik benda-benda.
Perjalanan Einstein ini sudah aku ceritakan disini ->
Perjuangan Einstein membuktikan General Theory of Relativity.
Secara sederhana Einstein mengatakan bahwa benda-benda yang memiliki
massa dapat melengkungkan ruang dan waktu. Jadi dalam pendapatnya ini,
gravitasi bumi dan benda-benda langit bukanlah sebuah gaya tarik
melainkan lengkungan ruang dan waktu yang memaksa kita berada di atas
(di sekitar) benda bermassa besar itu.
Pada awalnya, ini merupakan teori yang sangat sulit untuk diterima oleh
para saintis di seluruh dunia. Tetapi Eddington membuktikan bahwa teori
ini benar
Kenyataannya Teori Relativitas Einstein telah terbukti dan menjadi
benar seluruhnya di mata ilmu pengetahuan dan sains. Tetapi karena pada
masa itu belum ada applikasi nyata penggunaan konsep Teori Relativitas,
sedangkan komite Nobel mempertimbangkan applikasi dari temuan sains
sebagai pertimbangan seseorang mendapatkan Nobel, untuk itu Einstein
tidak mendapatkan Nobel dari Teori Relativitas yang ia kembangkan,
tetapi dapat dari penelitiannya tentang Efek Fotoelektrik.
Di video konspirasi Flat Earth ditampilkan permodelan bola
yang menggelinding di atas trampolin sebagai permisalan teori
relativitas Einstein. Itu memang model yang cukup benar dan mendekati
tepat pada Relativitas Einstein.
Permasalahannya kenapa akhirnya bolanya tetap jatuh? Simple, karena
energi bola tersebut terserap oleh gaya gesekan bola terhadap trampolin
dan gaya gesekan bola terhadap udara. Ini pelajaran Fisika SMA, tentang
gaya gesekan yang terjadi pada benda. Karena hukum kekekalan energi
berlaku, maka semakin banyak gesekan yang terjadi akan semakin
lambat-lah bola tersebut bergerak.
Sekarang jika kita berbicara alam semesta, maka bumi mengelilingi
matahari di ruang vakum (tanpa udara), jadi tidak ada gesekan sama
sekali, sekali bergerak maka tidak akan berhenti lagi (karena energinya
tetap/kekal), tetapi lintasan pergerakan bumi ini dipengaruhi oleh massa
matahari yang besar, itulah sebabnya bumi kita mengelilingi matahari.
Seperti yang kalian ketahui untuk memahami Teori Relativitas Einstein
ini sangatlah sulit dan penggunaanya sangat sedikit, hanya pada
kasus-kasus luar angkasa saja digunakannya. Itulah sebabnya yang
diajarkan di sekolah-sekolah ialah Hukum Gravitasi Newton, yang umum
digunakan dan berlaku di Bumi.
Kesimpulan
Newton mempelajari jejak penelitian dari Galileo sehingga mampu
menjawab pertanyaan besar Galileo, kemudian Einstein menelusuri jejak
sains dari Newton dan Galileo untuk sampai pada Teori Relativitas
Einstein. Seperti itulah sains, mengembangkan pengetahuan baru
berdasarkan riset yang sudah ada sebelumnya.
Oke terakhir aku mau mengutip kata mutiara:
“If i have seen further than others, it is by standing upon the shoulders of giants – Sir Isaac Newton.”
Makna dari kutipan tersebut ialah: Aku bisa melihat lebih jauh dari
orang lain karena aku mempelajari pengetahuan dari orang-orang
sebelumnya.
Sumber: https://www.kiblat.net/2016/07/14/bantahan-ilmiah-teori-konspirasi-flat-earth-keping-keping-sains-bag-3/