Kali ini ialah flat earth theory – pembantaian sains dan logika
Asal Muasal Minyak Bumi
Karena sudah menjadi paham pakem dan bisa dikatakan doktrin bahwa minyak bumi itu berasal dari ‘Fossil’. Ternyata Flat Earth Theory juga akan membahasnya.
Karena ini sangat erat kaitannya dengan ilmu kimia.
Yang pertama, terkait bukti bahwa memang fosil adalah benda padat dan minyak ialah benda cair. Ini bukti yang sangatlah lemah, karena memang di dalam bumi dengan tekanan temperatur yang sangat tinggi, fosil sekalipun akan bisa meleleh dengan mudah.
Begitu pikirku, tapi pernyataan berikutnya yang membuat kita berpikir ulang. Bahwasanya fosil ditemukan pada kedalaman 2.3 kilometer sedangkan minyak ditemukan hingga kedalaman 10 kilometer. Nah, fakta ini membuat kita berpikir ulang dan mengkonfirmasi.
Kata fosil berasal dari bahasa inggris: fossil yang berarti; Any remains, impression, or trace of a living thing of a former geologic age, as a skeleton, footprint, etc.
(setiap sisa-sisa, jejak, atau peninggalan dari makhluk hidup dari zaman geologi, seperti kerangka, jejak kaki, dan lainnya.)
Maka yang dimaksud dengan fosil pada pengertian minyak bumi ialah semua jasad renik yang sudah mati ratusan tahun yang lalu. Pendukung teori FlatEarth dengan cerdas menggambarkan dinosaurus pada teorinya, agar pikiran kita hanya berpikir bahwa fosil itu dinosaurus, dan fosil dinosaurus itu adalah batu padatan dan ada di kedalaman 2.3 kilometer.
Padahal yang dimaksudkan fosil pada pengertian minyak bumi, bukan hanya dinosaurus, tetapi semua organisme hidup (termasuk bakteri, lumut, ikan, dan semacamnya) yang telah mati ratusan atau jutaan tahun yang lalu.
Kalau sudah benar pemahaman kita tentang fosil maka bukan suatu yang aneh kalau minyak bumi berada di kedalaman 10 kilometer. Karena pada zaman dahulu banyak sekali makhluk di lautan, nah makhluk ini mati kemudian menjadi jasad renik dan membentuk minyak bumi, ini juga menjadi alasan yang kuat mengapa minyak bumi banyak ditemukan di lautan.
Ternyata ,ada dua pendapat yang berkembang tentang minyak bumi ini. Pendapat pertama ialah bahwa minyak bumi berasal dari fosil dan jasad renik.
Ini dibuktikan dengan peristiwa pembusukan organik yang menghasilkan gas (butana, etana propana) yang sejenis dengan minyak bumi (khususnya gas), dan fakta bahwa minyak bumi kebanyakan berada di lautan (yang dahulunya memiliki banyak organisme).
Pendapat kedua ialah minyak bumi sudah ada bersama pembentukan bumi. Ini didasarkan pada fakta bahwa di planet-planet lain, gas-gas minyak bumi (butana, etana, propana, metana) juga ditemukan melapisi planet tersebut walaupun belum ditemukan adanya jejak kehidupan.
Terlepas dari lebih populernya pendapat pertama di kalangan para saintis. Tetapi yang pasti dari kedua pendapat ini, minyak bumi tetap merupakan sumber daya alam yang terbatas dan bisa habis. Jadi pernyataan bahwa minyak bumi ialah unlimited resource itu salah kaprah dan klaim tanpa logika.
Roket Tak Pernah Terbang Ke Atas
Mungkin buat kalian ini adalah alasan masuk akal bahwa NASA cuma berbohong, karena kenyataanya
roket-roket NASA tidak pernah terbang lurus vertikal ke atas menembus langit.
Calm down.. Santai.
Kenapa roket terbangnya melengkung?. Pernah bertanya kenapa melengkung? Ini alasannya:
![]() |
| Bumi-Peluncuran-Arah Roket-Roket-Pengamat. |
Menurut Penulis sendiri, ini justru bukti paling
benar kalau bumi itu bulat. Bumi itu bulat dan mengalami rotasi dan
revolusi.
Rotasi bumi membuat roket NASA terlihat terbang melengkung
atau bahkan eksrimnya bisa kelihatan jatuh kembali.
Ini karena Bumi
berotasi, sehingga titik pengamatan kita semakin jauh dan jejak asap
dari roket nasa terpengaruh oleh spherical atmosfer bumi yang berotasi
sehingga membentuk lengkungan.
Jadi, ketika roket NASA telah terbang
sangat tinggi, pengaruh gravitasi terhadap roket tersebut sudah tidak
terlalu besar lagi, sehingga roket tidak terbawa oleh rotasi bumi,
sedangkan kita yang berada di bawah masih terpengaruh rotasi bumi dan
bergerak.
![]() | ||
| Kiri Saat Masih Dekat - Kanan Saat Sudah Jauh Sekali |
Perhatikan yang kiri, itu adalah peluncuran
roket saat masih dekat, terlihat jelas vertikal ke atas, sedangkan yang
disebelah kanan ialah peluncuran roket saat sudah sangat jauh sekali,
terlihat melengkung.
Tetapi dua gambar ini tidak sepenuhnya menjelaskan
tentang beloknya lintasan roket, terkadang NASA meluncurkan roketnya
dengan lintasan yang memang melengkung.
Tapi toh bumi kita bulat, kita bisa keluar angkasa dengan terbang ke atas, kesamping ataupun kebawah sekalipun.Sederhananya, kalau memang roket NASA nggak pernah melampaui LEO (Low Earth Orbit), maka kemana roketnya pergi? Pernah roket NASA jatuh didepan rumah mu? atau nyangkut di tiang listrik depan sekolahanmu? Oke. Sedikit lebih serius. Pernah lihat berita roket NASA jatuh di negara lain? Dari ratusan roket yang telah dikirimkan oleh NASA ke luar angkasa, kalau benar mereka tidak keluar angkasa maka setidaknya, ada 50% roket yang jatuh di bumi kembali. Tapi itu semua nggak akan ada,
Because this is a real deal!
Gimana Tentang Semua Pembahasan Diatas.
Penulis Akan tetap melanjutkannya dibagian III selanjutnya.
Sumber: https://www.kiblat.net/2016/07/13/bantahan-ilmiah-teori-konspirasi-flat-earth-pembantaian-sains-dan-logika-bag-2/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar