Sabtu, 02 April 2016

Taukah Anda, TRANSPLANTASI KEPALA PADA MANUSIA SEGERA JADI KENYATAAAN

Transplantasi Kepala
  Seorang ilmuwan Italia mengatakan, transplantasi kepala manusia bisa menjadi kenyataan di abad ini. Transplantasi kepala menjadi populer di dunia medis ketika untuk pertama kalinya dilakukan pada monyet di tahun 1970. Akan tetapi, sang monyet hanya bertahan hidup selama 8 hari.

Dr Sergio Canavero, yang bekerja di Turin Advanced Neuromodulation Group di Italia, mengatakan sains bisa mewujudkan dongeng fiksi ilmiah, seperti Frankenstein dan transplantasi kepala menjadi mungkin.

"Masalahnya adalah bukan terkait dengan hal-hal teknis, tapi etis," katanya kepada ABCNews.com.

Dalam jurnal Surgical Neurology International, Canavero menguraikan prosedur untuk mengambil kepala dari donor dan menanamkannya ke tubuh orang lain. Langkah ini melibatkan induksi hipotermia dan memotong syaraf sumsum tulang belakang dengan 'pisau ultra-tajam', sehingga dapat menyatu dengan sumsum tulang belakang donor.

"Hal ini, tentu saja, benar-benar berbeda dari apa yang terjadi dalam cedera tulang belakang klinis, di mana kerusakan dan jaringan parut menghambat regenerasi," tulis Canavero.

Ia menguraikan skenario hipotetis, di mana donor adalah orang yang menglami mati otak. Dia mengatakan, penerimanya bisa siapa saja yang berada dalam kondisi terminal, karena kanker atau apa pun yang meninggalkan otaknya dalam kondisi utuh.

Untuk transplantasi kepala, dua operasi harus dilakukan di ruang yang sama, di mana kedua tali tulang belakang akan terputus secara bersamaan untuk kemudian segera disambungkan, direkatkan dengan zat yang disebut polyethylene glycol, atau PEG.

Akan tetapi, ia menyatakan operasi itu akan menciptakan sebuah 'chimera', makhluk mitologis, dan bertabrakan dengan isu-isu etika yang kompleks -- misalnya, pasien akan menurunkan sifat genetiknya atau genetik donor. Namun, lanjutnya, langkah ini bisa menjadi penyelamat bagi orang-orang dengan kondisi kesehatan terminal.

 Jika prosedur ini berhasil, kata Dr. Cavanero, maka pasien mungkin sekali akan bisa berjalan lagi dengan normal dalam waktu satu tahun dengan bantuan fisioterapi. Namun, teknik ini belum diuji. Dr Cavanero bermaksud bereksperimen pada donor organ yang otaknya sudah tidak berfungsi, dan peneliti lain, yakni Xiao-Ping Ren dari Harbin Medical University di Cina, yang baru-baru ini berhasil melakukan transplantasi kepala pada tikus.
Gagasan ini disambut dengan banyak ketidaksetujuan. "Itulah mengapa saya berbicara mengenai gagasan ini dua tahun lalu, agar orang membahasnya," kata Dr. Cavanero. "Jika masyarakat tidak menginginkannya, saya tidak akan melakukannya. Namun jika masyarakat tidak ingin melakukannya di AS atau Eropa, bukan berarti saya tidak akan melakukan di tempat lain. Aku akan mencoba melakukannya sekarang juga, namun sebelum pergi ke bulan, Anda ingin yakin bahwa orang mengikuti Anda."

Tidak ada komentar: